Berceloteh dengan pena

memulai semuanya dengan selembar kertas putih polos
padahal tak pernah tahu apa yang akan dituliskan
hanya coret-coretan tak beraturan yang mampu aku gores
tak terarah dan tak terbaca
mungkin hanya aku sendiri yang mampu mengartikannya
yaa..sebuah pengambaran dari suasana hati yang dirasa

tak pernah terfikir dan tak pernah diprediksi
semuanya mengalir mengikuti putarannya
dan aku menikmatinya
namun di satu sisi ternyata semua tak seperti yang diharapkan
aku sadar tak semuanya mengikuti apa yang ada di jalan pikiran
yang sepertinya mulus ternyata terjal,yang sepertinya halus ternyata kasar
yang sepertinya buruk ternyata baik,dan yang spertinya gelap ternyata malah terang

baik,aku mulai simpulkan
akan mengikuti apa yang memang sudah digariskan
namun aku tidak akan diam,jika memang harus diperjuangkan
mulai dari sekarang atau tidak sama sekali karena semuanya belum terlambat

tak tersadar kertas polos telah penuh dengan pena hitamku
dan ternyata benar dengan sedikit berceloteh dengan pena mampu mengurangi sedikit kegalauan

(kamis sore,des 2010)

Iklan

14 thoughts on “Berceloteh dengan pena

  1. aku suka ini : akan mengikuti apa yang memang sudah digariskan
    namun aku tidak akan diam,jika memang harus diperjuangkan πŸ™‚

    walau mungkin hanya diri sendiri yg tau makna dari setiap coretan setidaknya itu mengurangi rasa galau yg menghampiri ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s