Kisah Hachiko yg Mengharukan

Sempet hmpir kesesegen bizt nnton HACHIKO,sumpah tuh film sedih bgt..hhh(ya pling ga menurut aku)hehe…Tapi memang aku akuin sedih banget kok filmnya,kayaknya yang lain juga pda nangis waktu nnton.Ceritanya itu tentang kesetiaan seekor Anjing pada majikannya,mungkin udh ada yang pernah denger tntang crita Hachiko.
Begini ringkasan critanya,ada seorang profesor yang setiap hari selalu naik kereta api ketika akan berangkat kerja,nah..suatu hari sang profesor menemukan seekor anjing kecil keturunan Akita Inu yang berasal dari Jepang,karna ga ada yang punya dan udh ditawarin sana sini ga ada yg merasa kehilangan,akhirnya diputuskan untk di bawa pulang sama si profesor.Sempet istri sang profesor tdk setuju klo harus pelihara anjing.Tapi karna sang profesor tetap keukeh,akhirnya sang istri luluh juga dan anjing inipun dipelihara,dan mereka namakan hachi(dlm bahasa jepang berarti angka 8, angka keberuntungan)
Hachi slalu dipelihara dgn penuh ksih sayang oleh sang profesor, bahkan ketika Profesor berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian hingga ke Stasiun.Dan di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.Hal itu trjadi terus menerus setiap harinya sampai orang2 yang sring kestasiun mengenal Hachi.
Singkat cerita, suatu hari ketika sang profesor mengajar,beliau mendadak meninggal dunia.Dan Hachi yg karna setiap hari slalu mengantar dan menjemput di stasiun tetap menunggunya,walaupun sang profesor sdh tiada dan tdk akan pernah dtang lagi.Namun Hachi ttap setia menunggu, hingga suatu saat ada seorang wartawan yg ingin meliput tntang Hachi.Akhirnya cerita tntang kesetiaan seeokor anjing yg bernama Hachi tersebar dan bnyak warga yg kagum dan menyumbang untuk membeli makanan Hachi.

Hachi msih saja setia menunggu kedatangan sang profesor hingga 10thn lamanya.Nah..yg pling bkin sedih itu bagian ketika sang istri profesor datang kestasiun dan melihat Hachi yg msih setia menunggu.Dan sang istri bilang “bolehkan saya menemanimu hingga kereta berikutnya” Sumpah pas adegan itu bner2 ga kuat bgt hhh dan akhirnya Hachi ditemukan meninggal karna dingin dan usia.Sejak itu pula,akhiran (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Di Jepang sendiri untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya.Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu.Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachi saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachi pun dijadikan symbol kesetiaan.Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.Aku nontonnya yg versi hollywood,tpi spertinya yg versi aslinya/versi Jepangnya lbh menyedihkan.Ayoo..buat smuanya nnton aj Hachiko psti ga bkalan nyesel,jgn lupa siapin tissue..hehe

Iklan

Hanya Janji

Janji.. sebuah rangkaian kata yang tak pasti

Yang hanya akan menjadi kenyataan semu,antara iya dan tidak..

Banyak janji yang terumbar,tapi hanya sedikit yang jadi kenyataan

Kadang janji hanya sekedar bualan belaka

Bualan omong kosong yang tak ada arti

Janji bisa menentramkan dan menyejukkan

Namun bisa berbalik menjadi angan-angan yang bisa terhempas kapan pun

Semuanya karna ego manusia yang mudah berubah atau alasan karna berjalannya sang waktu

Sebuah sumpah saja tak begitu dihiraukan,apalagi hanya sebuah janji

Yaahh…sekarang semakin kumengerti

Janji hanyalah kiasan semata

Jangan lupa dihabisin ya…

Waktu lg makan di suatu tempat,liat ada orang pesen makanan bnyak banget,pdahal niy yaa…klo dipikir2 apa muat tuh makanan dimakan semua..??ee…ga brapa lama tuh orang udah slesei makannya,ternyata oohh…ternyata makanannya ga dihabisin,bahkan mungkin cuma dimakan dikit.Padahal harga makanan yg dipesen ga murah lho,kenapa ga sayang ya..?berarti itu sama aja dengan buang-buang uang.Ya..emang bener ci bayarnya pake uangnya sendiri,tpi apa ga sayang aja buang-buang rejeki hhh

Kadang aku juga berfikir ketika melihat orang buang-buang makanan dengan mudahnya,padahal disatu sisi banyak sodara-sodara kita yang bahkan untuk sesuap nasi harus benar-benar bekerja membanting tulang.Ada juga yang bisa makan nasi namun untuk lauk hanya pakai garam atau sambal.Bahkan ada juga yang sampai satu hari tidak makan sama sekali.Klo satu dua kali mungkin aku juga pernah seperti itu,soalnya kadang klo liat makanan enak jadi laper mata tpi pas mau dimakan ternyata udah kenyang,hehe…

Tapi kalau inget betapa beruntungnya kita daripda sodara2 kita yang diluar sonoo jadi sayang klo mau buang-buang makanan,mubazir atuhh.Lagian klo kita makan tanpa tersisa alias piringnya bersih jadi ga usah capek2 cuci piring,hahaha..(saking bersihnya)

Yahh..untuk langkah awal sebisa mungkin menghabiskan apa yang kita makan,atau bisa juga lebih baik kita mengambil sedikit saja,nanti jika kurang bisa tambah lagi.Cara ini malah lebih efisien.Tapi kalau banyak nambah juga malu juga ci,hehe hhh

Ayoo buat temen2 klo makan jangan lupa dihabiskan yak,klo orang tuwa bilang ” nasi suapan terakhir itu rejeki kita,jadi klo ga diabisin berarti rejekinya juga ga kita dapet “,Jadi apapun makanannya yang penting minum teh botol…(ehh..malah jadi iklan).Apapun makanannya yang penting harus habis,okey2…hhh